SIKECIL

Rabu, 01 Februari 2023

STRESS PADA ANAK





Stress adalah reaksi tubuh terhadap situasi atau peristiwa yang memicu rasa tidak nyaman atau tekanan. Stress dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak. Stress pada anak-anak dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti perubahan lingkungan, tekanan sekolah, masalah keluarga, dan masalah interpersonal.

Gejala Stress pada Anak-Anak

Gejala stress pada anak-anak bervariasi tergantung usia dan tingkat kematangan mereka. Beberapa gejala yang sering dialami oleh anak-anak meliputi:

  1. Rasa tidak nyaman dan cemas

  2. Mudah marah atau mudah tersinggung

  3. Sulit tidur

  4. Mual dan muntah

  5. Kelelahan dan lelah

  6. Kurang nafsu makan

  7. Kesulitan berkonsentrasi

  8. Mudah takut

Bagaimana Stress mempengaruhi Anak-Anak

Stress pada anak-anak dapat mempengaruhi pemikiran, perilaku, dan kesehatan fisik mereka. Stress yang berlangsung lama dapat memicu masalah kesehatan mental seperti depresi dan ansietas. Stress juga dapat mempengaruhi kinerja sekolah anak, memicu perilaku yang tidak baik, dan mempengaruhi hubungan sosial mereka.

Cara mengatasi Stress pada Anak-Anak

Untuk membantu anak-anak mengatasi stress, beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua atau pendidik meliputi:

  1. Mendengarkan dan memahami perasaan anak: Orang tua atau pendidik harus memahami perasaan dan kebutuhan anak dan membantu mereka mengatasi masalah yang mereka hadapi.

  2. Memberikan dukungan emosional: Orang tua atau pendidik harus memberikan dukungan emosional dan menjadi pendengar yang baik bagi anak.

  3. Memberikan rutinitas yang teratur: Memberikan rutinitas yang teratur dan stabil membantu anak mengatasi stress dan membangun kepercayaan diri mereka.

  4. Menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat: Anak harus diberikan waktu istirahat yang cukup dan waktu untuk bermain dan berolahraga.

  5. Membantu anak mengatasi masalah: Orang tua atau pendidik harus membantu anak mengatasi masalah yang mereka hadapi dan memberikan


Obesitas Pada Anak-Anak

Obesitas pada anak-anak adalah masalah kesehatan yang semakin meningkat di seluruh dunia. Ini adalah kondisi ketika seorang anak memiliki jumlah lemak tubuh yang berlebih dan mempengaruhi kesehatan mereka. Obesitas pada anak-anak dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti masalah jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi.



Penyebab Obesitas pada Anak-Anak

Penyebab obesitas pada anak-anak dapat bervariasi, tetapi beberapa faktor umum meliputi:

  1. Pola makan yang buruk: Anak-anak yang terbiasa makan makanan yang tinggi kalori dan tidak seimbang dapat meningkatkan risiko obesitas.

  2. Kekurangan aktivitas fisik: Anak-anak yang jarang berolahraga atau aktif secara fisik dapat meningkatkan risiko obesitas.

  3. Genetika: Beberapa studi menunjukkan bahwa obesitas dapat berjalan dalam keluarga.

  4. Lingkungan: Faktor lingkungan seperti ketersediaan makanan dan tingkat aktivitas fisik dapat mempengaruhi tingkat obesitas pada anak-anak.

Gejala Obesitas pada Anak-Anak

Beberapa gejala obesitas pada anak-anak meliputi:

  1. Berat badan yang sangat berlebih

  2. Tekanan darah tinggi

  3. Tingkat kolesterol yang tinggi

  4. Masalah dengan kesehatan mental, seperti rendah diri dan depresi

  5. Kegemukan yang mempengaruhi aktivitas fisik dan kesehatan secara keseluruhan

Pencegahan dan Pengobatan Obesitas pada Anak-Anak

Untuk mencegah dan mengobati obesitas pada anak-anak, beberapa hal yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Mengubah pola makan: Anak-anak perlu makan makanan yang seimbang dan rendah kalori untuk membantu mengurangi berat badan.

  2. Menambah aktivitas fisik: Anak-anak perlu berolahraga dan aktif secara fisik untuk membantu mengurangi berat badan dan mempertahankan kesehatan.

  3. Mengatur jadwal makan: Anak-anak perlu makan makanan sehat dan teratur untuk membantu mengurangi berat badan.

 

Tips Mengatasi Flu Pada Anak


 


Anak anda Flu ? Jangan takut.....




Berikut adalah beberapa saran untuk mengatasi flu pada anak:

  1. Berikan banyak minum: Anak harus tetap terhidrasi dengan minum banyak air atau jus.

  2. Isolasi sosial: Jauhkan anak dari orang lain untuk mencegah penyebaran virus.

  3. Istirahat cukup: Berikan anak cukup waktu untuk istirahat dan menenangkan tubuh mereka.

  4. Pakai obat: Berikan obat untuk meredakan gejala seperti demam, pilek, dan sakit tenggorokan.

  5. Hindari rokok: Hindari asap rokok dan lingkungan yang kotor, karena dapat memperburuk kondisi anak.

  6. Jaga kebersihan: Pastikan anak dan lingkungan sekitar selalu bersih dan bebas dari kuman.

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika anak memiliki gejala yang parah atau memburuk.

Jika gejala flu memburuk atau memiliki tanda-tanda kondisi yang serius, seperti:

  1. Demam yang tidak turun setelah beberapa hari atau memiliki suhu tinggi yang tidak terkontrol.

  2. Sesak napas atau nafas yang cepat.

  3. Batuk darah atau darah dalam hidung.

  4. Sakit kepala yang sangat kuat.

  5. Kelelahan yang ekstrem atau lemah.

  6. Munculnya ruam atau bintik-bintik merah pada kulit.

Anda harus segera menghubungi dokter atau membawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat. Ini penting untuk memastikan kondisi anak stabil dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Minggu, 10 November 2019

Perlukah Playgrup atau Kelompok Bermain Pada Anak.



Sekarang ini alias Jaman Now banyak sekolah sekolah TK juga menyediakan kelas kelas Kelompok bermain(KB) atau Playgrup. Berdasarkan pengalaman kita dalam mengasuh si kecil, ternyata KB sangat perlu loh. Alasan nya :

1. KB merupakan persiapan anak untuk masuk TK. Karena berdasarkan pengalaman KB menjadi proses adaptasi anak untuk mulai sekolah.

2. KB sudah mengajarkan anak untuk baca tulis minimal 1 - 10 dan mengenal huruf huruf. Jadi kalau anak yang tidak ikut KB sudah di pastikan akan ketinggalan dalam belajar nya di TK

3. Anak sudah mulai belajar bersosialisasi sejak dini. Udah mengenal teman dalam bermain bersama di KB

4. Pada saat TK nanti anak waktu mulai sekolah sudah tidak nangis. Karena anak menangis ini tekadang sangat tergantung si Anak. Ada yang seminggu, bahkan ada yang sampai berminggu minggu masih nangis.


Jadi kalau punya keinginan biar anak masuk KB pastikan mencari sekolah PG dengan dukunagan fasilitas bermain yang safety buat sang anak.


Minggu, 03 November 2019

Tips Mencari Sekolah terbaik untuk Anak


Tips Mencari Sekolah 

Semua ortu pasti menginginkan pendidikan terbaik untuk anak. Jaman Now banyak sekolah untuk anak kita, dari yang Sekolah Internasional sampai Sekolah Negeri, di tambah lagi madrasah madrasah dan pendidikan lain nya. 


Dalam blog ini saya telah membuat beberapa tips untuk mencari sekolah :

           1. Lokasi

Pilihlah lokasi yang dekat dengan rumah karena lokasi dekat dengan rumah memberikan waktu lebih banyak untuk anak kita bisa istirahat dan bermain, dan sangat memudahkan kita dalam proses antar jemput anak sekolah.

2.    Biaya

Sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk anak kita, tentu nya faktor biaya sangat mempengaruhi sekolah yang kita pilih. Pilih sekolah yang sesuai dengan kemanpuan finansial kita, dengan fasilitas yang terbaik sesuai dengan kemanpuan kita. Karena selama 12 tahun si anak ini akan bersekolah.

3.   Jenis Sekolah dan Kurikulum

Beragam jenis sekolah yang di tawarkan sekarang ini, umumnya sekolah sekolah nasional                            mengunakan kurikulum 2013 yang menuntut siswa untuk lebih aktif dalam proses belajar                  mengajar. Banyak juga sekolah yang menyedikan jenis sekolah yang bilingual mengunakan bahasa asing sebagai pengantar dalam hal inni umumnya bahasa inggris dan ada juga yang mengunakan bahasa mandarin. Tentunya dari segi biaya biasanya sekolah bergini pasti lebih mahal, bahkan ada sekolah yang mengunakan tenaga pengajar asing. Biasanya sekolah sekolah ini mengunakan kurikulumdan buku dari Cambridge. Tatapi dalam proses belajarnya mereka juga melakukan penyesuaian terhadap kurikulum lokal dan ikut UNBK sebagai standar untuk sekolah nasioanal.Dan penting juga kita memperhatikan kemanpuan anak juga karena tidak semua anak sanggup untuk sekolah di Bilinggual. Seperti yang saya alami, dimana anak pertama mau sekolah di kelas biliggual, sedangakan anak kedua dari awal seolah sudah mengatakan bahwa dia tidak mau sekolah di bilingual, bahkan saya paksa juga sianak mengatakan bahwa saya sebagi orang tua tidak sayang sama dia, memaksa dia untuk sekolah bilingual yang memang agak susah.Akhirnya kita juga mengalah dan anak kedua saya di sekolahkan di sekolah nasional.

4.      Fasilitas Sekolah dan Tenaga Pengajar

Tentunya kita mencari sekolah dengan fasilitas terlengkap, minimal sekolah harus punya Lapangan olahraga, perpustakaan, dan ruang komputer. Itu merupakan fasilitas basic yang wajib di miliki oleh sekolah, dan sangat bagus sekali jika mendapatkan sekolah yang menpunnyai berbagai macam fasilitas tambahan berupa kolam renang, ruang music, gym dan lapangan sepak bola. Fasilitas yang baik dari sekolah tentunya harus di dukung oleh Tenaga pengajar yang memadai.

5.      Track Record Sekolah

       salah satu fakor terpenting dalam memilih sekolah di indonesia. Kalau sekolah yang track nya bagus umumnya selalu menjadi sekolah favorit. Dengan catatatan sekolah ikut berkembang mengikuti perubahan zaman. Banyak sekolah sekolah yang memiliki track record bagus krn manajemen sekolah yang buruk menjadikan seolah itu di tinggalkan anak didik. Sehingga dalam 1 kelas hanya ada 10 murid.  


Demikian lah tip tip ini semoga berguna untuk kita, dan selamat menemukan sekolah yang terbaik untuk putra putri anda.

Minggu, 17 Mei 2015

Ajari si Kecil bersikap sopan


Dear Bunda, seiring dengan bertambahnya usia, si Kecil semakin mampu mengikuti petunjuk dan senang sekali menunjukkan sikap yang sopan. Di sekolah misalnya, si Kecil akan selalu diminta untuk diam, mengantre dan mengacungkan jari saat ditanya guru. Berikut cara untuk membantu si Kecil bersikap sopan:
1. Bicarakan tentang harapan.
Keterampilan berbahasa si Kecil memang terus berkembang, sehingga Bunda bisa bertanya padanya tentang bagaimana seharusnya kita menjaga sopan santun. Beritahu apa harapan Bunda, dan dengarkan apa yang sulit dia lakukan. 
Bila ia tidak bisa duduk diam saat anggota keluarga lain menghabiskan makan malam, biarkan dia meninggalkan meja makan untuk bergerak ke sana sini. Hanya saja, ia harus berada di dalam jangkauan pandangan Bunda.

2. Jaga batasan-batasan. 
Mungkin Bunda tergoda untuk mengatakan pada si Kecil bahwa Bunda sedih ketika ia mengatakan baju Bunda jelek. Meski begitu, tetap berusahalah membuka diskusi tentang apa yang bisa dan tidak bisa diterima. 
Cara yang lebih baik untuk mengatasinya adalah mengatakan, “Tidak sopan untuk berbicara dengan Mama seperti itu.” Mengajarkan si Kecil sopan santun merupakan proses yang berlangsung terus menerus. Cobalah untuk bersabar dan tetap yakin bahwa si Kecil bisa melakukannya di usia ini. 
Waktu dan kesabaran Bunda akan terbayar kelak, misalnya nanti setiap kali si Kecil mengatakan, “Tolong…..” atau menggunakan serbet saat makan (tanpa Bunda suruh!).

Sumber : Parenting
Gambar : Pixabay free image

di ambil dari cussons mum & me indonesia


Mengapa Sebelum Usia 1 Tahun, si Kecil Belum Boleh Dikasih Madu?

Mengapa Sebelum Usia 1 Tahun, si Kecil Belum Boleh Dikasih Madu? 
Bunda, berikut ini alasan mengapa madu tidak boleh diberikan pada si Kecil sebelum usia 1 tahun.Pemanis alami yang didapat dari lebah ini diduga memiliki kandungan spora Clostridium botulinum yang diperoleh ketika lebah mengambil makanan dari tanah atau tumbuhan. Spora Clostridium botulinum yang terdapat pada madu akan dapat bertahan hidup pada usus dan mengeluarkan racun botulinum.
Pada dasarnya, senyawa botulinum tidak berbahaya untuk orang dewasa. Hal ini dikarena sistem pencernaan orang dewasa memiliki tingkat keasamaan yang cukup tinggi untuk menghilangkan efek racun dari senyawa botulinum. Hanya saja, lain halnya yang terjadi pada bayi dengan usia kurang dari satu tahun, organ pencernaan bayi diusia ini masih belum matang, termasuk kadar asam dalam usus yang masih begitu lemah sehingga belum cukup kuat dalam menangkal efek dari racun botulinum yang ada pada madu.